Pencarian

Tampilkan postingan dengan label Artikel Kami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kami. Tampilkan semua postingan
so·si·o·lo·gi n pengetahuan atau ilmu tt sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat; ilmu tt struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya;
-- kota sosiologi perkotaan;
-- makro pengetahuan tt sistem sosial secara total yg mencakup semua aspek masyarakat;
-- mikro pengetahuan tt sistem sosial dng melihat secara khusus salah satu aspek dl masyarakat;
-- murni sosiologi yg menitikberatkan orientasinya pd pengembangan dan pembentukan teori yg abstrak dan tidak langsung berhubungan dng hal-hal yg praktis;
-- perdesaan cabang sosiologi tt masalah kehidupan, ekonomi, sosial, dan politik dl masyarakat desa;
-- pendidikan spesialisasi dl ilmu sosiologi yg mengkaji sikap dan tingkah laku masyarakat yg terlibat dl sektor pendidikan dl masyarakat;
-- perbandingan cabang sosiologi tt persamaan dan perbedaan dua masyarakat atau lebih;
-- perkotaan cabang sosiologi yg mengamati pembentukan dan pertum-buhan kota serta kehidupan penduduknya;
-- politik ilmu tt asas-asas sosial dr kekuasaan dl segala pranata yg ada di masyarakat;
-- sastra sastra karya para kritikus dan sejarawan yg terutama mengungkapkan pengarang yg dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan sosialnya, kondisi ekonomi serta khalayak yg ditujunya;
-- terapan cabang sosiologi yg memanfaatkan penemuan di bidang sosiologi untuk keperluan praktis atau untuk menunjang kebijaksanaan di bidang sosial

[KKBI]


                 Inilah identik bagi kami mahasiswa yang di bawah garis kemiskinan, yang tak mengenal dengan tanggal muda atau tanggal tua, karena orang tua kami bukanlah seorang pegawai atau pengusaha.Tapi orang tua kami hanyalah seorang petani atau kuli bagi orang lain, yang penghasilannya sangat sedikit, jangankan dikirim untuk kami kadang untuk beliau yang di kampong saja tidak cukup.
                     
             Jadi kami harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang kami alami. Kami juga menumpang ekonomi keluarga dengan mencari kerja apa yang kami bisa lakukan, tapi karna kami mahasiswa sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan, karena dengan jam kuliah kadang yang tak menentu. Rasa hati tak sanggup menahan, tapi kami harus bisa menahan semua ini walau pun kantong kosong tak ada isinya. Kami tetap akan berjalan melanjutkan kuliah untuk masa depan kami, walau tak ada sandal yang kami pakai di jalan yang panas ini.

#Sofyan
                Nekat dibalik tekad???. Maksud judulnya apa ya?. Mungkin sahabat 02 bertanya seketika mengenai judul artikel diatas. Pemaparan sedkit mengenai makna dari nekat dan tekad. Karena kita sebagai mahasiswa soiologi, tidak terlepas adari definisi-definisi dan makna yang tersirat dalam sebuah kata sifat maupun kata kerja.
                Nekat kalau merumus kepada Buku Besar Bahasa Indonesia, nekat ialah berkeras hati, dengan keras atau kuat kemauan. Kalimat nekat muncul ketika suatu situasi yang bertolak belakang dengan situasi kita yang seharusnya tidak boleh dilakukan, namun kita tetap saja berkeras hati untuk melakukannya.
                Sedangkan tekad, tekad merupakan kemauan, kehendak, yang pasti, kebulatan hati atau iktikad. Mungkin ada teman-teman yang bingung belum paham dari pemaparan diatas. Sederhananya seperti ini. Bermula dari nekat yang diawali dengan pemikiran-pemikiraan akan perencanaan yang akan dibuat walau itu melanggar hukum sama sekali, selalu pmikiran tersebut muncul dan muncul. Sehingga, titik akhirnya menyimpulkan akan melaksanakan apa yang sedang dipikirkan dan akan melaksanakannya. Itulah yang dinamakan dengan tekad. Implementasinya sama halnya dengan visi dan misi, untuk mencapai visi, kita semestinya terlebih dahulu melakukan misi atau langkah-langkah yang akan kita lakukan agar visi kita bias tercapai.
                Kembali keatas mengenai wacana judul artikel yang diangkat, mungkin itulah kata atau sebuah kalimat yang layak dilontarkan kepada sahabat kita ini Ryan Darmawan (yang jarang kuliah) Syamsuri dan Doni Stria. Bagaimana tidak, demi menjaga kekompakan kelas kita, demi lebih solidnya kelas kita, demi kebersamaan yang tertata, demi class kita 02, sahabat kita ini rela akan mendapatkan masalah jika seandainya kemungkinan besar memang akan mendapatkan sebuah masalah . terkait dalam jalur hukum lagi. Penyebab kemungkinannya memang sangatlah relevan sekali, diantaranya : atribut sepeda motor tidak lengkap, tidak ada surat menyurat, tidak ada helem, kaca sepion transparan (katanya hanya orang-orang beriman saja yang bias melihat), ditambah lagi TARTIG Tarik Tiga. Namun Alhamdulillah kendala atau masalah yang dikhawatirkan tidak mendekati sahabat kita yang TRIO NEKAT ini. karena ada tips-tips tersendiri supaya tidak tertangkap kamera hukum swiping kepolisian lalu lintas (yang UUD Ujung-Ujungnya Duit). Yaitu melalui jalur belakang yang tidak terekspos oleh kamera kepolisian lalu lntas.
                Namun salut untuk TRIO NEKAT Ryan Darmawan, Syamsuri dan Doni Satria. Demi kebersamaan kita, “jangankan gunung tak terdaki, laut pun tak sanggup kusebearangi”. Itulah mungkin ungkapan dari hati mereka. Kayaknya salah!!! Maksudnya “jangankan gunung kudaki, laut pun kan kuseberangi” he he he he he….
#Salam hangat kami “We Sociology Class 02”